PROFIL : SAUFI HADIJAH, S.H. HONORER PENGADILAN AGAMA SAMPIT KELAS II

Sampit│pa-sampit.go.id

PA.SAMPIT. Keinginan bekerja di Pengadilan Agama Sampit merupakan cita-cita sejak lama serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, karena selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi, saya hanya mendapatkan ilmu dan teorinya, namun, setelah bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar Pengadilan Agama Sampit saya dapat meng-implementasikan apa yang saya peroleh dibangku kuliah bisa bermanfaat untuk diri saya dan mungkin juga orang lain. Ungkapan terima kasih saya sampaikan kepada pimpinan serta atasan saya karena bisa bekerja sesuai dengan ilmu yang saya peroleh di Perguruan Tinggi.

Terlahir dari keluarga religius dan pekerja keras dari pasangan suami isteri yang bernama bapak Darmansyah Jauhidi dan Ibu Rusmini (Alm) pada tanggal 24 September 1996 di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, serta memiliki tiga orang saudara yang bernama Alfian Anwari, Ahmad Nur Rajib dan Laili Najwa.

Adapun riwayat pendidikan formal yang pernah ditempuh adalah Sekolah Dasar (SDN-4) Baamang Tengah lulus tahun 2008, Sekolah Menengah Pertama (MTS PPKP Sampit) lulus tahun 2011, Sekolah Menegah Atas (MAN) Sampit lulus tahun 2014, dan melanjutkan studi di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin (UIN) Antasari Banjarmasin Fakultas Syariah, Jurusan Hukum Keluarga Islam lulus tahun 2019.

Dalam bidang Organisasi, aktif di lembaga kemahasiswaan di antaranya adalah:  Anak-Anak Fakultas Syariah (ASRI), Paduan Suara UIN Antasari Banjarmasin, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah, Musikalisasi Puisi serta pernah menjuarai debat Hukum Ilmiah Fakultas Syariah.

Pengalaman Magang selama Menempuh Pendidikan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin diantaranya Magang di Kantor Urusan Agama (KUA) Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar pada Tahun 2017, kemudian Magang di Pengadilan Agama Sampit pada Tahun 2017. Pengalaman tersebut sangat berpengaruh untuk menghadapi dunia kerja, Selain itu pengalaman tersebut membuat  saya termotivasi untuk meningkatkan keilmuan saya, khususnya dalam bidang ilmu Hukum Keluarga.

Motivasi memilih bekerja adalah setiap orang punya cara berjuang hidup yang berbeda-beda. Apabila kita menginginkan hal besar terjadi dalam hidup kita maka kita harus meraihnya dengan cara berdoa serta bekerja keras terutama bermanfaat bagi orang banyak. Penghargaan paling tinggi bagi seseorang pekerja keras bukanlah apa yang diperoleh dari pekerjaan itu, melainkan seberapa berkembang dia dengan kerja kerasnya tersebut. Selama bertugas sebagai tenaga honorer di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Sampit, Saya merasa sangat bersyukur karena saya dapat mengamalkan ilmu yang saya peroleh semasa menuntut ilmu, serta  bisa bekerja sama dengan baik dengan teman-teman lainnya terutama di bagian pelayanan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pihak pencari keadilan di lingkungan Pengadilan Agama Sampit. (Redaksi/Saufi).

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *