Upacara Bendera dalam Rangka Hari Kebangkitan Nasional

Kebangkitan Nasional merupakan momentum dimana banyak rakyat Indonesia mulai memiliki dan menumbuhkan kesadaran nasional sebagai sebuah bangsa, yakni bangsa Indonesia. Momentum ini ditandai dengan lahirnya Budi Oetomo pada 20 Mei 1908. Tidak lama berselang, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan acara Soempah Pemuda yang semakin menegaskan eksistensi bangsa Indonesia. Kesadaran ini merupakan dampak dari kebijakan politik Etis yang diterapkan oleh Kerajaan Belanda dalam 3 bidang, yakni irigasi, Imigrasi dan Edukasi. Politik etis merupakan kritik terhadap politik tanam paksa yang menuntut pemerintah colonial untuk lebih memperhatikan kesejahteraan kaum bumiputera. Meskipun dalam pelaksanaannya kebijakan ini tidak sepenuhnya berpihak kepada rakyat golongan Bumiputera, namun turut andil dalam menumbuhkan semangat kebangsaan yang muncul di kemudian hari.

Sudah lebih dari seabad, hari kebangkitan nasional telah diperingati dan pada tahun 2018 ini merupakan tahun ke-110. Di usia peringatan yang tua ini, kesadaran untuk selalu meningkatkan kualitas kesejahteraan dan pendidikan harus senantiasa ada. Oleh sebab itu Tujuan peringatan 110 tahun kebangkitan Nasional Tahun 2018 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Tema Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital.

Pengadilan Agama Sampit turut memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada Senin, 21 Mei 2018 melalui kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan di depan kantor Pengadilan Agama Sampit dengan Wakil Ketua Pengadilan Agama Sampit, Norhadi, SHI. Sebagi Inspektur Upacara dan Jumberi sebagai pemimpin upacara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga Pengadilan Agama Sampit dari hakim, pegawai, honorer dan calon hakim. Kegiatan ini berdasarkan Surat dari Menteri Sekretaris Negara RI No. B-350/M.Sesneg/Set/TU.00.04/05/2018 tentang Penyelenggaran Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 tahun 2018 dan kemudian ditindaklanjuti dengan surat Sekretaris Mahkamah Agung No. 289/SEK/KS.00.05/2018 tanggal 18 Mei 2018 tentang Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 Tahun 2018.

Pembacaan Pidato Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI oleh Inspektur Upacara kemudian ditarik kesimpulan oleh Inspektur Upacara, bahwa selain ajakan untuk kembali mengingat sejarah bangsa dan Negara Indonesia, terdapat poin penting yang bisa disimpulkan dari pidato ini yaitu urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada 3 aspek: Karakter, Kompetensi dan Edukasi.

Upacara dilaksanakan kurang lebih 30 menit dan berakhir dengan ditutup doa oleh petugas. Di tengah konflik kebangsaan yang melanda negeri ini dan maraknya informasi palsu yang berdampak pada disintegrasi bangsa, doa dikhususkan pada harapan agar pembangunan SDM bangsa Indonesia mampu membentuk masyarakat yang lebih bijak dalam menggeluti dunia digital. Kegiatan ini berlangsung secara khidmat, lancar dan tanpa ada halangan.

About The Author

Calon Hakim-Aktualisasi PTIP

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *