PA Sampit Menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pancasila

Proses panjang yang membentuk bangsa dan Negara Indonesia diakhiri dengan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 melalui proklamasi kemerdekaan. Sejarah mencatat, peristiwa perumusan dasar Negara melalui rapat Badan Penyelenggara Urusan Kemerdekaan Indonesia harus melawati  perdebatan panjang sebab benturan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lain. Rumusan dasar Negara diusulkan oleh Soekarno, M. Yamin dan Soepomo dalam rapat pertama BPUPKI yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Usulan dasar Negara ini oleh Soekarno disebut sebagai Pancasila, dan tanggal 1 Juni inilah yang kemudian diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Pasca berakhir sidang pertama BPUPKI, rupanya hasil keputusan sidang ini belum memberikan kepuasan pada semua pihak hingga akhirnya dibentuklah Panitia Sembilan yang menelurkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang dirumuskan pada 22 Juni 1945 untuk dikaji lebih mendalam pada rapat BPUPKI kedua pada 10 Juli 1945. Pengukuhan Pancasila sebagai dasar Negara dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan, melalui rapat PPKI.

Momentum Peringatan hari lahirnya Pancasila menjadi monetum yang tepat untuk mengingat, merenungi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan proses lahirnya Pancasila.  Di dalam momentum peringatan lahirnya Pancasila ini, dapat kita petik nilai-nilai persatuan, toleransi, saling menghargai dan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan demi tercapainya tujuan Negara. Pengadilan Agama Sampit ikut menyemarakkan peringatan hari lahirnya Pancasila melalui Upacara Bendera yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 1 Juni 2018 di Lapangan Pengadilan Agama Sampit. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Petugas upacara terdiri dari para CPNS Calon Hakim dengan Ibu Mursidah S.Ag sebagai Pembina Upacara.

Dalam sambutannya, Pembina upacara menyampaikan pidato Presiden RI dalam Peringatan Hari LAhir Pancasila yang berisi amanat presiden untuk merenungi proses pembentukan Pancasila dan juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tengah resiko kemajemukan seperti intoleransi, ketidakbersatuan dan ketidakgotongroyongan. Harapan besar juga dari Presiden Joko Widodo kepada para atlet Indonesia yang akan berjuang dalam   Asian Games tahun ini. Semua harapan bangsa ini dapat terwujud jika semua anak bangsa, tanpa memandang etnis, ras, agama dan profesi, betul-betul memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya.

Tidak berselang lama, upacara berakhir melalui doa penutup yang mengandung harapan-harapan bangsa Indonesia secara khidmat dan khusyuk.

About The Author

Calon Hakim-Aktualisasi PTIP

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *