Acara Pengantar Purnabakti Panitera Muda Permohonan PA Sampit

 

Masa pensiun adalah sebuah siklus dan masa yang suka atau tidak, cepat atau lambat harus dilalui oleh seorang pekerja, tak terkecuali bagi Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara. Pada tahun 2019 ini salah seorang pegawai di Pengadilan Agama Sampit telah memasuki masa purnabakti (pensiun) karena telah memenuhi syarat sesuai dengan hukum dan perundang-undangan.

Tertanggal 28 Februari 2019  pukul 09.30 WIB, Pengadilan Agama Sampit telah melaksanakan kegiatan Pengantar Purna Bakti dan Pelepasan salah satu pegawai terbaiknya tersebut. Beliau adalah Ibu Hj. Norhayatimah, S.H. yang telah mengabdikan segenap tenaga dan pikirannya kurang lebih selama 39 tahun, bermula di Pengadilan Agama Barabai dan bertugas di sana selama 7 (tujuh) tahun, kemudian berakhir di PA Sampit selama 32 tahun dengan jabatan terakhirnya sebagai Panitera Muda Permohonan. Beliau akan  memasuki masa pensiun per tanggal 1 Maret 2019.

Pelaksanaan purna bakti/pelepasan dilaksanakan di ruang Rapat/Pembinaan dan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Sampit Bapak Norhadi, S.H.I., acara dihadiri oleh seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Sampit dan 2 orang mantan pegawai Pengadilan Agama Sampit, yaitu Bapak Sudirman, S.H. dan Bejo Wiyono, S.H. keduanya sama-sama mantan Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Sampit, yang juga telah purnabakti.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Hakim Pengadilan Agama Sampit, Dr. Muhammad Kastalani, S.H., M.H.I. Dalam intisari doanya beliau memanjatkan sudah sekian lama sesama aparatur Pengadilan Agama Sampit bekerja sama dengan Hj. Norhayatimah, S.H., dari kebersamaan itu boleh jadi ada kekeliruan dan khilaf (dosa), semoga Allah mengampuni apa yang menjadi noda dalam kebersamaan itu dan merahmati apa yang menjadi kebaikan. Selanjutnya dalam doa tersebut juga dipanjatkan harapan kepada Allah SWT semoga memasuki masa pensiun Ibu Hj. Norhayatimah diberikan kesehatan, keafiatan, dan husnul khatimah.

Kemudian penyampaian kata perpisahan dari Ibu Hj. Norhayatimah, S.H. Beliau bercerita tentang perjalanan panjang karirnya yang telah mengabdi pada Pengadilan Agama Sampit dengan berganti-ganti pimpinan/ketua sebanyak delapan ketua PA. Tak lupa beliau juga menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak baik dari pimpinan, hakim, pegawai, bahkan dari rekan-rekan honorer sekalipun yang telah banyak membantu beliau selama menjalankan tugas di Pengadilan Agama Sampit. Meskipun secara fisik berpisah namun beliau senantiasa berharap semoga silaturrahmi tetap terjaga.

Selanjutnya Ketua Pengadilan Agama Sampit, Norhadi, S.H.I.  dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan Hj. Norhayatimah, S.H., semoga selama mengabdi sebagai aparatur sipil negara di peradilan agama, baik itu di PA Barabai ataupun terakhir di PA Sampit ini menjadi amal ibadah bagi beliau dan berharap tetap diberi kesehatan.

Beliau mengungkapkan pula, Ibu Hj. Norhayatimah sebagai tokoh yang dituakan dan senior, beliau menjadi panutan dan tempat berbagi pengalaman bagi karyawan yang lebih muda.

Secara kedinasan Hj. Norhayatimah, S.H. telah dibebas tugaskan, namun keluarga besar PA Sampit berharap agar silaturrahmi tetap terjalin.

“Bunda Norhayatimah adalah sosok pegawai yang punya ciri khas tersendiri, sehingga kami merasa kehilangan setelah beliau memasuki masa pensiun, tidak ada lagi wadai (kue) gratis” lanjut cerita dan canda Ketua.

Ya selama ini beliau adalah sosok yang ceria, penuh senyum, perhatian, dan dermawan, karena sering dalam setiap hari masuk kantor membawa aneka kue untuk berbagi dengan rekan-rekan kerja lainnya.

Selain itu juga untuk memeriahkan acara tersebut diadakanlah acara tiup lilin untuk pegawai tersebut dengan lilin angka 39 menandai masa bakti beliau.

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara ditutup dengan pembagian hadiah dari pegawai untuk Ibu Hj. Norhayatimah, S.H. dan juga mushafahah.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *